a. Faktor-faktor yang mempengarui hasil
belajar
Secara
global faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat dibedakan menjadi
tiga macam yaitu: 1) Faktor Internal ( faktor dari dalam siswa) yakni keadaan
jasmani dan rohani siswa. 2) Faktor Eksternal (faktor dari luar siswa) yakni
kondisi lingkungan disekitar siswa. 3) Faktor pendekatan belajar (aproach to
learning) yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode
yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi
pelajaran (Syah,2007:132).
1.
Faktor
Internal Siswa
Faktor
yang berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi dua aspek yakni aspek
fisiologis dan aspek psikologis.
a)
Aspek Fisiologis
Faktor
fisiologis inimasih dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu:
1)
Keadaan tonus jasmani pada umumnya
Keadaan
tonus jasmani pada umumnya ini dapat dikatakan melatar belakangi aktivitas
belajar, keadaan jasmani yang segar akan lain pengaruhnya dengan keadaan jasmani
yang kurang segar. Keadaan jasmani yang lelah lain pengaruhnya daripada yang
tidak lelah. Dalam hubungan dengan hal ini ada dua hal yang perlu dikemukakan.
2)
Nutrisi harus cukup.
Karena
kekurangan kadar makanan ini akan mengakibatkan
kurangnya tonus jasmani, yang pengaruhnya dapat berupa kelesuan lekas
mengantuk, lekas lelah dan sebagainya. Terlebih bagi anak yang masih sangat
mudah pengaruh itu besar sekali.
3)
Beberapa penyakit yang kronis sangat
mengganggu belajar itu.
Penyakit-penyakit
seperti pilek, influenza, sakit gigi, batuk dan sejenis itu biasanya diabaikan karena
dipandang tidak cukup serius untuk mendapatkan perhatian dan pengobatan akan
tetapi dalam kenyataannya penyakit semacam ini mengganggu aktivitas belajar.
4)
Keadaan fungsi-fungsi jasmani tertentu
terutama fungsi panca indera.
Panca
indera dapat dimisalkan sebagai pintu gerbang masuknya pengaruh kedalam
individu. Orang mengenal sekitarnya dan belajar dengan menggunakan panca inderanya,
baiknya berfungsi panca indera merupakan syarat dapatnya belajar itu
berlangsung dengan baik (Suryabrata, 2008:235-236).
b)
Aspek Psikologis
Banyak
faktor yang termasuk aspek psikologis yang dapat mempengaruhi kuantitas dan
kualitas perolehan pembelajaran siswa,namun diantara faktor-faktor rihaniah
siswa yang pada umumnya dipandang lebih esensial itu adalah sebagai berikut: tingkat
kecerdasan atau inteligensi siswa, sikap siswa, bakat siswa, minat siswa,
motivasi siswa.
1)
Inteligensi dan bakat
Intelegensi
pada umumnya dapat diartikan sebagai kemampuan psiko-fisik untuk mereaksi
rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan secara tepat. Sedangkan
bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang pada masa yang akan
datang. Kedua aspek kejiwaan (psikis) ini besar pengaruhnya terhadap kemampuan belajar.
Seseorang yang mempunyai inteligensi baik (IQ-nya tinggi) umumnya mudah belajar
dan hasilnya pun cenderung mengalami kesukaran dalam belaja, lambat berfikir
sehingga prestasi belajarnya pun rendah. Bakat juga besar pengaruhnya dalam
menentukan keberhasilan belajar. Misalnya belajar main piano, apabila dia
memiliki bakat musik, akan mudah dan cepat pandai dibandingkan dengan orangyang
tidak memiliki bakat itu (Dalyono, 2007:55).
Selanjutnya, bila seseorang yang mempunyai
inteligensi tinggi dan bakatnya ada dalam bidang yang dipelajari, maka proses
belajarnya akan lancar dan sukses bila dibandingkan dengan orang yang memiliki
bakat saja tetapi inteligensinya rendah. Demikian pula jika dibandingkan dengan
orang yang inteligensinya tinggi tetapi bakatnya tidak ada dalam bidang
tersebut, orang berbakat lagi pintar (inteligensi tinggi) biasanya orang
tersebut sukses dalam karirnya (Dalyono, 2007:55)
2)
Minat dan Motivasi
Secara
sederhana, minat (interest) berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi
atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Menurut Reber, minat tidak termasuk
istilah populer dalam psikologi karena ketergantungan yang banyak pada
faktor-faktor internal lainnya seperti pemusatan perhatian, keingintahuan,
motivasi dan kebutuhan. Seperti yang dipahami dan dipakai oleh orang selama ini
dapat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa dalam bidang studi
tertentu.
Motivasi ialah keadaan internal
organisme, baik manusia maupun hewan yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu.
Dalam pengertian ini, motivasi berarti pemasok daya (energizer) untuk
bertingkah laku secara terarah. Dalam perkembangan selanjutnya, motivasi dapat dibedakan
menjadi dua macam, yaitu:
a.
Motivasi interistik. Yaitu hal dan keadaan
yang berasal dari diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya melakukan tindakan
belajar termasuk dalam motivasi interistik siswa adalah perasaan menyenangi
materi dan kebutuhan terhadap materi tersebut.
b.
Motivasi ekstrinsik. Yaitu hal dan keadaan
yang dating dari luar individu siswa yang juga mendorong siswa untuk belajar,
pujian dan hadiah, peraturan atau tata tertib sekolah. Suri teladan orang tua,
guru dan seterusnya merupakan contoh-contoh konkret motivasi ekstrinsik yang
dapat menolong siswa untuk belajar (Dalyono, 2007: 57).
3)
Sikap
Siswa
Sikap adalah gejala yang berdimensi
efektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespon dengan cara yang
relatif terhadap obyek orang, barang dan sebagainya, baik secara positif maupun
negatif, sikap siswa yang positifterutama kepada guru dan mata pelajaran yang
akan disajikan merupakan pertanda awal yang baik bagi proses belajar siswa
tersebut. Sebaliknya, sikap negatif siswa terhadap guru, apalagi jika didiring
kebencian terhadap mata pelajaran dan guru dapat menimbulkan kesulitan belajar siswa
dan prestasi yang dicapai siswa akan kurang memuaskan.
Untuk mengantisipasi kemungkinan
munculnya sikap negatif siswa maka guru dituntut untuk terlebih dahulu menunjukkan
sikap positif terhadap dirinya sendiri dan mata pelajaran yang menjadi faknya.
2.
Faktor
eksternal siswa
Seperti faktor internal siswa,
faktor eksternal siswa juga terdiri atas dua macam, yakni: yakni faktor sosial
dan faktor non sosial.
a.
Faktor lingkungan sosial.
Lingkungan
sosial adalah seperti para guru, staf adminisrasi, dan teman-teman sekelas
dapat mempengaruhi hasil belajar siswa, para guru yang selalu menunjukkan sikap
dan prilaku yang simpatik dan memperlihatkan suri tauladan yang baik khususnya
dalam hal belajar Selanjutnya yang termasuk dalam lingkungan sosial siswa adalah
masyarakat dengan tetangga, dan juga teman-teman sepermainan di lingkungan
siswa tersebut, lingkungan kumuh yang serba kekurangan akan mempengaruhi
aktivitas belajar mereka.
Lingkungan sosial yang lebih banyak
mempengaruhi kegiatan belajar ialah orang tua dan keluarga siswa itu sendiri. Sifat-sifat
orang tua, praktik penegelolaan keluarga, ketegangan keluarga, dan demografi
keluarga (letak rumah), semuanya dapat memberi dampak baik atupun buruk
terhadap kegiatan belajar dan hasil yang dicapai oleh siswa.
b.
Faktor Lingkungan Non Sosial
Faktor-faktor yang termasuk lingkungan
non sosial ialah gedung sekolah dan letaknya, alat-alat belajar, keadaan cuaca
dan waktu belajar yang digunakan oleh siswa. Faktor-faktor ini dipandang turut
menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. Contoh: kondisi rumah yang
sempit dan berantakanserta perkampungan yang terlalu padat dan tidak memiliki
sarana umum untuk kegiatan remaja (seperti lapangan voli) akan mendorong siswa
untuk berkeliaran ketempat-tempat yang sebenarnya tidak pantas dikunjungi,
kondisi rumah dan perkampungan seperti itu jelas berpengaruh burukterhdap
kegiatan belajar siswa.
Khusus mengenai waktu yang disenangi
untuk belajar seperti pagi atau sore hari, seorang ahli bernam J Biggers berpendapat
bahwa belajar pada pagi hari lebih efektif daripada pelajar pada waktu-waktu
lainnya. Namun menurut penelitian beberapa ahli (gaya belajar) hasil belajar
itu tidak bergantung waktu secara mutlak tetapi tergantung pada pilihan waktu
yang cocok dengan kesiapan siswa.
Dengan demikian, waktu yang digunakan
siswa untuk belajar yang selama ini sering dipercaya berpengaruh terhadap hasil
prestasi belajar siswa, tidak perlu dihiraukan lagi. Sebab, bukan waktu yang
pentinng dalam belajar melainkan kesiapan sistem memori siswa dalam belajar
melainkan kesiapan system memori siswa dalam menyerap, mengelola dan menyimpan
itemitem informasi dan pengetahuan yang dipelajari siswa.
c.
Faktor pendekatan belajar
Pendekatan belajar, seperti yang telah
diuraikan dapat dipahami sebagai segala cara atau strategi yang digunakan siswa
dalam menunjang efektivitas dan efesiensi proses pembelajaran materi tertentu.
Strategi dalam hal ini berarti seperangkat langkah profesional yang direkayasa
sedemikian rupa untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan belajar tertentu.
Disamping faktor-faktor internal dan
eksternal siswa sebagimana yang telah dipaparkan, faktor pendekatan belajar
juga berpengaruh terhadap taraf keberhasilan proses pembelajaran siswa
tersebut. Seorang siswa yang terbiasa mengaplikasikan pendekatan belajar,
misalnya; mungkin sekali berpeluang untuk prestasi belajar yang bermutu siswa
yang menggunakan pendekatan belajar surface
atau reproductive (Syah, 2007:155).

Silahkan komentari