a.
Jenis-jenis Belajar
Hasil belajar berupa prestasi belajar
atau kinerja akademik yang dinyatakan dengan skor atau nilai, pada prinsipnya
pengungkapannya hasil belajar ideal itu meliputi segenap rannah psikologis yang
berupa akibat pengalaman dan proses belajar (Syah, 2006:22)
Dalam tujuan pendidikan yang ingin
dicapai kategori dalam bidang ini yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor,
ketiga aspek tersebut tidak dapat dipisahkan karena sebagai tujuan yang hendak
dicapai, dengan kata lain tujuan pengajaran dapat dikuasai siswa dalam mencapai
tiga aspek tersebut, dan ketiganya adalah pokok dari hasil belajar, menurut “Taksonomi Bloom” diklasifikasikan pada
tiga tingkatan domain (Syah, 2006:22), yaitu sebagai berikut:
1. Jenis
hasil belajar pada bidang kognitif
Istilah kognitif berasal dari cognition
yang bersinonim dengan kata knowing yang berarti pengetahuan, dalam
arti luas kognisi adalah perolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuaan
(Sukardi, 1983:22).Menurut paraahli psikologi
kognitif, aspek kognitif ini merupakan sumber sekaligus sebagai pengendali
aspek-aspek yang lain, yakni aspek afektif dan juga aspek psikomotorik.
Dengan demikian jika hasil belajar
dalam aspek kogniitif tinggi maka dia akan mudah untuk berfikir sehingga ia
akan mudah memahami dan meyakini materi-materi pelajaran yang di berikan kepadanya
serta mampu menangkakp pelan-pelan moral dan nilai-nilai yang terkandung didalam
materi tersebut. Sebaliknya, jika hasil belajar kognitif rendah maka ia akan
sulit untuk memahami materi tersebut untuk kemudian diinternalisasikan dalam dirinya dan diwujudkan dalam
perbuatannya (Sukardi, 1983:22).
Jenis hasil belajar aspek kognitif
ini meliputi enam kemampuan atau kecakkapan antara lain:
a.
Pengetahuan (knowladge)
Adalah
kemampuan seseorang untuk mengingat-ingat kembali (recall) atau
mengenali kembali tentang nama, istilah, ide, gejala, rumus-rumus dan
sebagainya.
b.
Pemahaman (comprehension)
Adalah
kemampuan seseorang untuk mengerti dan memahami sesuatu setelah sesuatu itu
diketahui ddan di ingat.
c.
Penerapan atau aplikasi (apliccation)
Adalah
kesanggupan seseorang untuk menerangkan atau meggunakan ide-ide umum, tata
cara, ataupun metode-metode, prinsip-prinsip, rumus-rumus, teori-teori dan
sebagainya, dalam situasi yang kongkrit.
d.
Analisis (analysis)
Adalah
kemampuan seseorang untuk merinci attau menguraikan suatu bahan atau keadaan
menurut bagian-bagian dan faktor-faktor yang satu dengan faktor yang lainnya.
e.
Sintensis (syntensis)
Adalah
suatu proses yang memadukan bagian-bagian atau unsur-unsur secara logis
sehingga menjelma menjadi suatu pola yang berstruktur atau berbentuk pola baru.
f.
Penilaian dan evaluasi (evaluation)
Adalah
kemampuan seseorang untuk membuat pertimbangan terhadap situasi, nilai atau ide
atau kemampuan untuk mengambil keputusan (menentukan nilai) sesuatu yang dipelajari
untuk tujuan tertentu (Sudijono, 1996:50).
2. Jenis
hasil belajar pada bidang afektif.
Aspek afektif berkenaan dengan perubahan
sikap dengan hasil belajar dalam aspek ini diperoleh melalui internalisasi,
yaitu suatu proses kearah pertumbuhan bathiniyah atau rohaniyah siswa, pertumbuhan
terjadi ketika siswa menyadari suatu nilai yang terkandung dalam pengajaran
agama dan nilai-nilai itu dijadikkan suatu nilai system diri “nilai diri”
sehingga menuntun segenap pernyataan sikap, tingkah laku dan perbuatan untuk
menjalani kehidupan.
Adapun beberapa jenis kategori jenis
aspek afektif sebagai hasil belajar adalah sebagai berikut :
a. Menerima
(receiving)
Yaitu
semacam kepekaan dalam menerima rancangan (stimuli) dari luar yang datang dari
siswa, baik dalam bentuk masalah situasi, gejala, dalam tipe ini termasuk
kesadaran, keinginan untuk menerima stimulus, control dan seleksi gejala atau rangsangan
dari luar.
b. Jawaban
(responding)
Yaitu
reaksi yang diberikan seseorang terhadap stimulisasi yang datang dari luar,
dalam hal ini termasuk ketepatan reaksi, perasaan, kepuasan dan menjawab
stimulus dari luar yang dating kepada dirinya.
c. Penilaian
(valuing)
Yaitu
berkenaan dengan nillai dan kepercayaan terhadap gejala atau stimulus tadi,
dalam evaluasi ini termasuk didalamnya kesediaan menerima nilai, dan kesepakatan
terhadap nilai tersebut.
d. Organisasi
(organization)
Yaitu
pengembangan nilai kedalam satu system organisasi, termasuk menentukan hubungan
satu nilai dengan nilai lain dan kemantapan, dan prioritas nilai yang telah
dimilikinya, yang termasuk dalam organisasi ialah konsep tentang nilai,
organisasi dari padda sistem nilai.
e. Karakteristik
(characterization)
Yaitu
keterpaduan dan semua sistem nilai yang telah dimiliki seseorang, yang
mempengarui pola kepribadian, tingkah lakunya, disini termasuk nilai dan karakteristiknya
(Sudjana, 1995:53).
3. Jenis
hasil belajar pada bidang psikomotorik
Aspek psikomorik berhubungan dengan
keterampilan yang bersifat fa’aliyah kongkrit, walaupun demikian hal itupun
tidak terlepas dari kegiatan belajar yang bersifat mental (pengetahuan dari sikap),
hasil belajar dari aspek ini adalah merupakan tingkah laku yang dapat diamati.
Adapun mengenai tujuan dari
psikomotorik yang dikembangkan oleh Simpson (1966-1967) sebagai berikut :
a. Persepsi
Yaitu
penggunaan lima panca indra untuk memperoleh kesadaran dalam menerjemahkan
menjadi tindakan.
b. Kesiapan
Yaitu
keadaan siap untuk merespon secara mental, fisik, dan emosional.
c. Respon
terbimbing
Yaitu
mengembangkan kemampuan dala aktifitas mencatat dan membuat laporan.
d. Mekanisme
Yaitu
respon fisik yang telah dipelajari menjadi kebiasaan.
e. Adaptasi
Yaitu
mengubah respon dalalm stimulasi yang baru.
f. Organisasi
Yaitu
menciptakan tindakan-tindakan baru (Hamalik, 1992:92).


Silahkan komentari