Langkah-langkah Pembelajaran Discovery Learning

Anaajat 02.15


a. Langkah Persiapan

  1. Menentukan tujuan pembelajaran

2.  Melakukan identifikasi karakteristik peserta didik (kemampuan awal, minat, gaya belajar, dan sebagainya)
3.      Memilih materi pelajaran.
4.    Menentukan topik-topik yang harus dipelajari peserta didik secara induktif (dari contoh-contoh generalisasi)
5.    Mengembangkan bahan-bahan belajar yang berupa contoh-contoh, ilustrasi, tugas dan sebagainya untuk dipelajari peserta didik
6.    Mengatur topik-topik pelajaran dari yang sederhana ke kompleks, dari yang konkret ke abstrak, atau dari tahap enaktif, ikonik sampai ke simbolik
7.    Melakukan penilaian proses dan hasil belajar peserta didik.
b. Pelaksanaan Model Discovery Learning
Menurut Syah (2004:244) dalam mengaplikasikan strategi discovery learning di kelas, langkah-langkah yang harus dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar secara umum sebagai berikut:
Tahap 1
Stimulation/pemberian rangsangan. Siswa dihadapkan pada suatu permasalahan agar timbul keinginan untuk menyelidiki sendiri. Dalam PBM guru dapat memulai dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah
Tahap 2
Problem statement/ pernyataan/identifikasi masalah Setelah dilakukan stimulasi, guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin masalah yang relevan dengan bahan pelajaran. Kemudian dipilih salah satu untuk dirumuskan dalam bentuk hipotesis

Tahap 3
Data collection / pengumpulan data. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengumpulkan data /informasi sebanyak2nya. Pada tahap ini berfungsi untuk menyatakan / membuktikan benar atau tidaknya hipotesis. Kegiatan yang dilakukan bisa dengan membaca literature, mengamati obyek, wawancara dengan nara sumber, melakukan uji coba sendiri, dan sebagainya.

Tahap 4
Data processing / pengolahan data. Data yang diperoleh siswa melalui membaca literatur, mengamati obyek, wawancara dengan nara sumber, melakukan uji coba sendiri, dan sebagainya, diolah, diacak, diklasifikasikan, ditabulasi, bahkan bila perlu dihitung dengan cara tertentu serta ditafsir pada tingkat kepercayaan tertentu.

Tahap 5
Verification/ pembuktian. Siswa melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis. Verifikasi akan berjalan baik dan kreatif jika guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya

Tahap 6
Generalization / menarik kesimpulan / generalisasi. Proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama.

Proses Pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan. Dengan tersusunnya buku model pembelajaran di SD ini diharapkan dapat memfasilitasi guru, kepala sekolah, dan pengawas, serta para pemangku kepentingan pendidikan baik secara individu dan kelompok dalam mengembangan rencana dan pelaksanaan pembelajaran serta penilaian hasil pembelajaran.

Model pembelajaran berbasis penemuan (discovery learning), pembelajaran berbasis proyek (project based learning), dan pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dimaksudkan untuk memperkaya dan menambah wawasan bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas dalam memilih model pembelajaran. Model-model tersebut dimaksudkan untuk memperkuat pendekatan saintifik pada pembelajaran tematik terpadu sebagaimana Kurikulum 2013.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Silahkan komentari