a. Pengertian Pembelajaran
Aktif Dalam Bertanya (Learning
Start With A Question)
Strategi learning start with a question adalah suatu strategi pembelajaran
aktif dalam bertanya. Mel Silbermen dalam bukunya Active Learning mengemukakan bahwa proses mempelajari sesuatu yang
baru adalah lebih efektif jika peserta didik tersebut aktif mencari pola dari
pada menerima saja (terus bertanya dari pada hanya menerima apa yang disampaikan
oleh pengajar). Satu cara menciptakan pola belajar aktif ini adalah merangsang peserta
didik untuk bertanya tentang mata pelajaran mereka tanpa penjelasan dari
pengajar terlebih dahulu. Strategi sederhana ini merangsang siswa untuk
bertanya, kunci belajar (Silbermen, 2007:144).
Agar siswa aktif dalam bertanya, maka
siswa diminta untuk mempelajari materi yang akan dipelajarinya, yaitu dengan
membaca terlebih dahulu. Dengan membaca maka siswa memiliki gambaran tentang
materi yang akan dipelajari sehingga apabila dalam membaca atau membahas materi
tersebut terjadi kesalahan konsep akan terlihat dan dapat dibahas serta
dibenarkan secara bersama-sama. Untuk melihat apakah siswa telah mempelajari
materi tersebut, maka guru melakukan pre-test. Selain itu, guru memberi tugas
kepada siswa untuk membuat rangkuman serta membuat daftar pertanyaan, sehingga
dapat terlihat berapa persen siswa yang belajar dan yang tidak belajar.
b. Keterampilan Bertanya
Keterampilan bertanya dapat diartikan
kemampuan mengungkapkan pertanyaan, baik lisan maupun tulisan. Dalam tulisan
ini, keterampilan bertanya dibatasi pada kemampuan mengungkapkan pertanyaan
secara lisan yang dilakukan oleh guru pada suasana pembelajaran dikelas.
Pertanyaan yang digunakan untuk mengungkapkan pertanyaan dapat menggunakan kata
tanya maupun kata perintah.
Ada beberapa hal yang harus
diperhatikan dalam mengajukan pertanyaan kepada siswa (Suwardi, 2007:138).
Yaitu:
a.
Maksud Pertanyaan
Pertanyaan
yang diajukan oleh guru dapat dimaksudkan untuk:
1)
Meningkatkan minat belajar siswa.
Maksudnya
pertanyaan yang diajukan oleh guru diharapkan dapat memunculkan rasa ke ingin
tahuan siswa. Biasanya pertanyaan yang demikian ini dilakukan pada saat membuka
dan menutup pelajaran, meskipun dapat juga dilakukan pada saat penyampaian
materi.
2)
Meningkatkan perhatian siswa terhadap suatu permasalahan.
Agar
siswa terfokus pada materi yang diajarkan, biasanya guru mengajukan pertanyaan
sebagai cara untuk meningkatkan perhatian siswa pada materi yang akan atau
sedang diajarkan.
3)
Mengembangkan pembelajaran aktif learning.
Pertanyaan
yang diajukan oleh guru dapat dimaksudkan sebagai cara mengaktifkan siswa dalam
proses pembelajaran. Cara yang demikian ini, dalam metode pembelajaran disebut
metode Tanya jawab.
4)
Mendiagnosis kesulitan belajar.
Mendiagnosis
kesulitan belajar adalah menganalisis suatu kondisi yang dapat menyebabkan
terhambatnya pencapaian tujuan pembelajaran. Salah satu caranya, guru dapat
mengajukan pertanyaan kepada siswanya. Apabila pertanyaan tersebut tidak dapat
dijawab oleh siswanya, guru dapat menyimpulkan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar.
5)
Mengetahui tingkat kemampuan siswa.
Pertanyaan
yang diajukan oleh guru dapat dimaksudkan untuk mengukur tingkat kemampuan
siswanya. Untuk maksud ini, pertanyaan dapat diajukan pada awal, tengah maupun
akhir pembelajaran.
6) Memberi
kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pertanyaannya.
Pertanyaan
yang diajukan oleh guru dapat dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada
siswa agar dapat mengemukakan pendapat dan pandangannya. Pertanyaan yang
demikian ini penting untuk melatih keberanian siswa dalam mengemukakan
pendapatnya. Degan demikian guru mudah mengarahkan pendapat dan pandangan siswa
untuk disesuaikan dengan tujuan pembelajarannya.
b.
Sikap Bertanya
Pada saat mengajukan pertanyaan perlu
dilakukan dengan sikap yang baik dan benar. Hal ini akan tercapai, apabila pada
saat mengajukan pertanyaan guru memperhatikan norma yang berlaku dan menghargai
harkat dan martabat siswa. Guru dalam mengajukan pertanyaan tidak boleh pilih
kasih. Misalnya, guru hanya mengajukan pertanyaan kepada siswa yang pandai saja
atau siswa yang kurang pandai saja atau siswa yang dikenal saja atau siswa yang
duduk di depan saja. Sikap yang demikian ini akan menjadikan siswa merasa iri.
Sikap lain yang perlu diperhatikan
guru adalah perhatian dan kedekatan. Sikap ini dapat ditunjukkan dengan cara
Oleh sebab itu, guru harus berusaha mengajukan pertanyaan secara menyebar.
Selain itu, pada saat mengajukan pertanyaan harus menggunakan bahasa yang baik
dan sopan. Maksudnya guru tidak boleh menggunakan bahasa yang terkesan mengejek,
mendekati tempat duduk, menyebutkan nama siswa, memperhatikan jawaban siswa,
menatap wajah siswa, memberi pujian kepada siswa. Sikap yang demikian ini akan
mendekatkan hubungan psikologis guru dengan siswanya.

Silahkan komentari