Secara definitif, ilmu
sebagaimana dikemukakan oleh Al-Jurjani dalam bukunya Al-Ta’rifat,
adalah sebagai berikut:
1. “Ilmu
merupakan kesimpulan yang pasti yang sesuai dengan keadaan sesuatu.”
2. “Ilmu adalah
menetapnya ide (gambaran) tentang sesuatu dalam jiwa atau akal seseorang.”
3. “Ilmu adalah
sampainya jiwa kepada hakekat sesuatu.”1
Kata “ilmu” berasal dari kata dasar “Alima - Ya’lamu” yang
berarti mengerti atau memberi tanda (mengetahui). Sehingga ilmu dapat
juga dikatakan sebagai kesimpulan sesuatu yang didapatkan seseorang melalui
panca indera, baik dengan melihat, mendengar, mengucap, menyentuh, mencium,
merasa, dan sebagainya.
Selanjutnya istilah pendidikan menurut tinjauan
psikologi pada umumnya berasal dari kata “didik” dengan memberinya awalan “pe”
dan akhiran “an”, mengandung arti “perbuatan” (hal, cara, dan sebagainya).
Istilah pendidikan ini semula berasal dari bahasa Yunani, yaitu “paedagogie”
yang berarti bimbingan yang diberikan kepada anak. Istilah ini kemudian
diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan “Education” yang berarti
pengembangan atau bimbingan. Dalam bahasa Arab istilah ini sering diterjemahkan
dengan “Tarbiyah” yang berarti pendidikan.
Dalam perkembangan istilah pendidikan berarti
bimbingan atau pertolongan yang diberikan dengan sengaja terhadap anak didik
oleh orang dewasa agar ia menjadi dewasa. Perkembangan selanjutnya pendidikan
berarti segala usaha orang dewasa dalam pergaulannya dengan anak-anak untuk
memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya ke arah kedewasaan.2
Istilah
“pendidikan” dalam konteks Islam lebih banyak dikenal dengan term “Al-Tarbiyah,
Al-Ta’lim, dan Al-Ta’dib”. Setiap term tersebut mempunyai makna yang
berbeda karena perbedaan teks dan konteks kalimatnya, walaupun dalam hal-hal
tertentu term-term tersebut mempunyai kesamaan makna.
Kata “pendidikan”
yang umum digunakan sekarang dalam bahasa Arabnya adalah “Tarbiyah”
dengan kata kerja “rabba”. Sedangkan pendidikan Islam bahasa Arabnya
adalah “Tarbiyah Islamiyah”. Dalam ayat Al-Qur’an kata ini digunakan
dalam susunan sebagai berikut:
Artinya: “…..Ya Tuhan,
sayangilah keduanya (ibu bapakku) sebagaimana mereka telah mengasuhku (mendidikku)
sejak kecil. “ (QS. Al-Isra’:
24)
Dalam bentuk kata benda, kata “rabba” ini digunakan juga untuk Tuhan,
mungkin karena Tuhan juga bersifat mendidik, mengasuh, memelihara, bahkan
mencipta.
Kata lain yang mengandung arti pendidikan adalah “Ta’dib” seperti dalam
sabda Rasulullah:
Artinya: “Tuhan telah
mendidikku, maka Ia sempurnakan pendidikanku.”3
Kata “Ta’lim” berasal dari kata kerja “‘allama” yang berarti
pengajaran. Pendidikan dan pengajaran dalam bahasa Arabnya adalah “Tarbiyah
wa Ta’lim”. Dari segi bahasa, perbedaan arti dari kedua kata itu cukup
jelas, namun yang lebih banyak digunakan dalam Al-Qur’an, Hadis, atau pemakaian
sehari-hari adalah kata “Ta’lim” daripada kata “Tarbiyah”. Firman
Allah:
Artinya: “Allah
mengajarkan kepada Adam nama-nama semuanya…..” (QS. Al-Baqarah: 31)
Firman Allah:
Artinya: “Berkata
(Sulaiman): Wahai manusia, telah diajarkan kepada kami pengertian bunyi
burung.” (QS. Al-Naml: 16)
Kata “allama” pada kedua ayat di atas mengandung pengertian sekadar
memberi tahu atau memberi pengetahuan, tidak mengandung pembinaan kepribadian.
Lain halnya dengan kata “rabba, addaba” dan sejenisnya. Di dalam kata
tersebut jelas mengandung pengertian pembinaan, pimpinan, pemeliharaan, dan
sebagainya.4
Kemudian di sini juga akan diungkapkan pengertian pendidikan Islam menurut
beberapa ahli, di antaranya:
1. Muhammad Athiyah
Al-Abrasy memberikan pengertian bahwa “Pendidikan Islam adalah mempersiapkan
manusia supaya hidup dengan sempurna dan bahagia, mencintai tanah air, tegap
jasmaninya, sempurna budi pekertinya, teratur pikirannya, halus perasaannya,
cakap dalam pekerjaannya dan manis tutur katanya.”
2. Ahmad D. Marimba
memberikan pengertian bahwa “Pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani dan
rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju kepada terbentuknya
kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam.”5
Dengan memperhatikan kedua definisi di atas,
maka berarti pendidikan Islam adalah suatu proses edukatif yang mengarah kepada
pembentukan akhlak atau kepribadian.
Islam adalah agama wahyu yang berlandaskan
kepada Al-Qur’an dan Hadis yang disampaikan kepada umat Islam melalui
Rasulullah SAW. Oleh karena itu, pendidikan Islam tidak boleh dilepaskan begitu
saja dari ajaran Islam yang tertuang dalam kedua sumber tersebut yang merupakan
pedoman otentik dalam penggalian khazanah keilmuan apapun.
berdasarkan uraian-uraian tersebut, dapat
diberikan pengertian bahwa ilmu pendidikan Islam adalah ilmu yang mempelajari
tentang teori-teori atau usaha membimbing dan membina jasmani dan rohani anak
didik oleh orang dewasa sesuai dengan ajaran Islam yang bersumber pada
Al-Qur’an dan Hadis.

Silahkan komentari