Ruang Lingkup Pendidikan Islam (Bagian 3)



4. Metode
      Metode berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata “Metha” dan “Hodos”. “Metha” berarti melalui atau melewati. Sementara “Hodos” berarti jalan atau cara. Oleh karena itu, metode berarti jalan/cara yang harus dilalui untuk mencapai tujuan tertentu, dalam bahasa Arab disebut dengan “Thariqah”.
      Dalam konsep pendidikan, kata metode sering digandengkan dengan kata “mengajar” atau yang lebih dikenal dengan istilah “metodologi pengajaran”. Mengajar berarti menyajikan atau menyampaikan sesuatu (sejumlah bahan pelajaran) kepada anak didik10. Jadi metode pengajaran adalah suatu cara yang harus dilalui untuk menyajikan bahan pelajaran agar tercapai tujuan pengajaran.11
      Metode pengajaran yang umum dikenal dalam dunia pendidikan terdiri dari : metode ceramah, metode diskusi, metode eksperimen, metode demonstrasi, metode pemberian tugas, metode sosiodrama, metode drill, metode kerja kelompok, metode tanya jawab, metode simulasi, metode karya wisata, dan sebagainya.

5. Evaluasi
      Evaluasi berasal dari kata “to evaluate” yang berarti menilai. Kata nilai menurut filosofi pengertiannya ialah “idea of worth”. Menurut Edwin dan Gerald Brown, evaluasi (penilaian dalam pendidikan) berarti seperangkat tindakan atau proses untuk menentukan nilai sesuatu yang berkaitan dengan dunia pendidikan.12 Penilaian dalam pendidikan Islam bertujuan agar keputusan-keputusan yang berkaitan dengan pendidikan Islam benar-benar sesuai dengan nilai-nilai yang Islami, sehingga tujuan pendidikan Islam yang dicanangkan dapat tercapai. Penilaian dan pengukuran dalam pendidikan Islam akan objektif bila didasarkan pada Al-Qur’an dan Hadis.

 6. Lingkungan
Dalam arti yang luas lingkungan mencakup iklim, geografis, tempat tinggal, adat istiadat, pengetahuan, pendidikan dan alam.13 Dengan kata lain lingkungan adalah segala sesuatu yang tampak dan terdapat dalam kehidupan yang senantiasa berkembang.14 Lingkungan adalah seluruh yang ada, baik manusia, maupun benda buatan manusia, atau alam yang bergerak atau tidak, kejadian-kejadian, atau hal-hal yang mempunyai hubungan dengan seseorang. Sejauh mana seseorang berhubungan dengan lingkungannya, sejauh itu pula keterbukaan/peluang masuknya pengaruh pendidikan kepadanya.

 7. Alat Pendidikan
      Untuk mencapai tujuan, pendidikan memerlukan berbagai alat yang dikenal dengan istilah media pendidikan, audio visual, alat peraga, sarana dan prasarana pendidikan, dan sebagainya. Media pendidikan meliputi segala sesuatu yang dapat membantu proses pencapaian tujuan pendidikan.15 Oleh karena pendidikan Islam mengutamakan pengajaran ilmu dan pembentukan akhlak, maka media untuk mencapai ilmu adalah media pendidikan ilmu, sedangkan media untuk pembentukan akhlak adalah pergaulan.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Silahkan komentari