Tujuan Pendidikan Islam



Tujuan adalah suatu yang diharapkan tercapai setelah sesuatu usaha dan kegiatan selesai. Oleh karena itu, pendidikan sebagai usaha dan kegiatan yang berproses melalui tahap-tahap dan tingkatan-tingkatan, maka tujuannya pun harus bertahap dan bertingkat.
      Kalau melihat kembali pengertian pendidikan Islam maka akan tergambar dengan jelas sesuatu yang diharapkan dapat terwujud setelah orang mengalami pendidikan Islam secara keseluruhan, yaitu terwujudnya pribadi-pribadi insan kamil/manusia seutuhnya; sehat jasmani dan rohani, dapat hidup dan berkembang secara wajar dan normal dan bertaqwa kepada Allah SWT.
      Berikut ini akan dijelaskan berbagai tujuan ideal pendidikan, antara lain:

(1) Tujuan Umum
      Tujuan umum ialah tujuan yang akan dicapai dari semua kegiatan, baik dengan pengajaran atau dengan cara lain. Sementara cara atau alat yang paling efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikan adalah pengajaran.
      Tujuan umum pendidikan Islam harus dikaitkan pula dengan tujuan pendidikan nasional negara tempat pendidikan Islam itu dilaksanakan dan harus dikaitkan pula dengan tujuan institusional lembaga yang menyelenggarakan pendidikan tersebut.

 (2) Tujuan Akhir
      Pendidikan Islam itu berlangsung sepanjang usia (long life education) maka tujuan akhirnya harus tercapai sewaktu hidup di dunia ini berakhir. Tujuan akhir pendidikan Islam itu dapat dipahami dari Firman Allah SWT:
  
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim (menurut ajaran Islam).” (QS. Ali Imran: 102)

 (3). Tujuan Sementara
      Tujuan sementara adalah tujuan yang akan dicapai setelah anak didik diberi sejumlah pengalaman tertentu yang direncanakan dalam suatu kurikulum pendidikan formal. 
(4) Tujuan Operasional
      Tujuan operasional adalah tujuan praktis yang akan dicapai dengan sejumlah kegiatan pendidikan tertentu. Satu unit kegiatan pendidikan dengan bahan-bahan yang sudah dipersiapkan dan diperkirakan akan mencapai tujuan tertentu disebut tujuan operasional. Dalam pendidikan formal tujuan operasional ini disebut juga dengan tujuan instruksional yang selanjutnya dikembangkan menjadi tujuan instruksional umum dan tujuan instruksional khusus.18
      Selain tujuan-tujuan tersebut di atas, para filosof juga mempunyai rumusan yang berbeda tentang tujuan pendidikan:
1. Aristoteles, mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah mempersiapkan akal untuk memperoleh ilmu pengetahuan sebagaimana bumi disiapkan untuk tumbuh-tumbuhan dan hewan.
2. Immanuel Kant, mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah untuk mengangkat manusia kepada kesempurnaan yang mungkin dicapai.
3. Herbert Spencer (filosof Inggris) mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah mempersiapkan manusia supaya dapat hidup dengan kehidupan yang sempurna.19
Perbedaan rumusan mereka tentang tujuan pendidikan disebabkan berbedanya pandangan hidup masing-masing filosof tersebut. Berikut ini akan diuraikan contoh tentang perbedaan tujuan pada beberapa bangsa/negara yang disesuaikan dengan falsafah masing-masing.
(1) Sparta
Tujuan pendidikan di Sparta adalah mempersiapkan laki-laki yang kuat jasmaninya dalam peperangan dan fasih pembicaraannya.
(2) Athena
 Tujuan pendidikan di Athena adalah mempersiapkan individu-individu supaya menjadi individu yang utuh (The excellence man of man). Maksudnya ialah supaya seseorang itu mampu berdikari sendiri dan harmonis dalam tingkah lakunya dan seimbang pula antara kekuatan jasmani dan rohaninya serta baik akhlaknya, perkataannya, dan perbuatannya.
(3) Jepang Modern
Tujuan pendidikan di Jepang adalah menghasilkan pegawai-pegawai yang ikhlas dan setia kepada kerajaan dan mempergunakan ilmu pengetahuan yang diperolehnya untuk kepentingan kerajaan.20
Pendidikan Islam juga mempunyai tujuan tersendiri sesuai dengan falsafah dan pandangan hidup yang digariskan Al-Qur’an. Ibnu Khaldun mengatakan bahwa tujuan pendidikan Islam mempunyai dua tujuan, yaitu:
1. Tujuan keagamaan, maksudnya adalah beramal untuk akhirat, sehingga ia menemui Tuhannya dan telah menunaikan hak-hak Allah yang diwajibkan atasnya.
2. Tujuan ilmiah yang bersifat keduniaan, yaitu apa yang diungkapkan oleh pendidikan modern dengan tujuan kemanfaatan atau persiapan untuk kehidupan.
Al-Ghazali berpendapat bahwa tujuan pendidikan Islam yang paling utama adalah beribadah dan taqarrub kepada Allah dan kesempurnaan insani yang tujuannya kebahagiaan dunia dan akhirat.21 
      Selain dari pandangan tersebut, terdapat para cendikiawan muslim dan ahli-ahli pendidikan Islam lain yang membuat rumusan mereka masing-masing tentang tujuan pendidikan Islam, antara lain:
(1) Prof. Soleh Abdul Azis dan Dr. Abdul Azis Abdul Majid mengatakan bahwa tujuan pendidikan Islam ialah untuk mendapatkan keridhaan Allah dan mengusahakan penghidupan.
(2) Mustafa Amin mengatakan bahwa tujuan pendidikan Islam ialah mempersiapkan amalan seseorang untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.
(3) Abdullah Fayad mengatakan bahwa pendidikan Islam mengarah kepada dua tujuan:
a. Persiapan untuk kehidupan akhirat
b. Membentuk seseorang dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk menunjang kesuksesannya hidup di dunia. Sesuai dengan Firman Allah:
    

Artinya: “Dan carilah apa yang dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) kampung akhirat dan janganlah kamu melupakan kebahagiaan dari (kenikmatan) duniawi.” (QS. Al-Qashas: 77)
Namun selanjutnya, karena pendidikan Islam yang dimaksud di sini adalah pendidikan Islam yang berlaku di Indonesia, maka haruslah berorientasi kepada tujuan pendidikan nasional. Tujuan pendidikan nasional dirumuskan dengan mendasarkan kepada pandangan hidup bangsa yaitu Pancasila. Sehingga diharapkan lembaga pendidikan Islam di Indonesia dapat melahirkan manusia muslim yang Pancasilais. Tujuan pendidikan di Indonesia telah digariskan dalam UU No. 12 tahun 1945 dan UU No. 4 tahun 1950. Dalam pasal 3 dari Undang-undang tersebut dirumuskan tujuan pendidikan sebagai berikut:
“Tujuan pendidikan dan pengajaran ialah membentuk manusia susila yang cakap dan warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat dan tanah air.”22
      Sejalan dengan perkembangan sejarah dan perubahan sosial, maka rumusan  tujuan pendidikan yang tercantum dalam UU No. 12 tahun 1945 dan UU No. 4 tahun 1950 mengalami perubahan untuk lebih disempurnakan. Di dalam UU No. 2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional tujuan pendidikan dinyatakan sebagai berikut: “Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian mantap dan mandiri serta bertanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.”23
      Selanjutnya dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 tujuan pendidikan dinyatakan bahwa: “Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”24
Di dalam rumusan tujuan pendidikan nasional tersebut jelas bahwa dalam rangka pembinaan manusia seutuhnya, unsur iman dan taqwa menjadi sesuatu yang mutlak diperlukan.
      Adapun tujuan akhir pendidikan Islam pada hakikatnya adalah realisasi dari ajaran Islam itu sendiri yang membawa misi bagi kesejahteraan umat manusia sebagai hamba Allah, lahir dan bathin, di dunia dan akhirat.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Silahkan komentari